5 Tips mengatur nafas saat berlari jarak jauh agar tidak mudah lelah

Untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap bisa prima memang sangat di perlukan oleh kebanyakan orang apalagi bagi para pekerja yang hanya duduk seharian dan jarang untuk melakukan aktivitas lain selain yang melibatkan otot tubuh.

Bahkan orang sering kali beralasan untuk tidak berolahraga karena minimnya waktu untuk bisa mengikuti kelas cardio atau hanya sekedar nge gym.

Padahal dengan seperti itu sama halnya mereka sedang menggadaikan kesehatannya untuk waktu yang akan datang. Padahal ada banyak jenis olahraga lain yang bisa saja kalian lakukan tanpa memerlukan waktu lama, murah serta ramah lingkungan.

Salah satunya adalah berlari.  

Berlari merupakan satu jenis olahraga yang bisa meningkatkan sistem kardiovaskular loh.

Selain itu, masih banyak sekali manfaat kesehatan serta kecantikan yang bisa kalian peroleh hanya dengan olahraga berlari.

Namun sayang nya, kebanyakan orang justru tidak menyukai olahraga jenis ini.

Padahal dengan berlari kalian tidak perlu membutuhkan tim serta peralatan khusus untuk memulai olahraga tersebut.

Kesampingkan dulu pemikiran bahwa lari hanya merupakan olahraga yang memainkan peran kaki dan dengkul saja.  

gambar 5 Tips mengatur nafas saat berlari jarak jauh agar tidak mudah lelah

 Namun tidak jarang juga seseorang saat sedang berlari tidak lantas memperhatikan bagaimana agar tidak kehabisan nafas, sehingga mereka akan merasa terengah-engah saat sedang setengah perjalanan berlari.

Bahkan tidak banyak yang tahu bagaimana cara bernafas secara benar saat berlari, padahal dengan jika kalian bisa melatih pernafasan sama seperti kalian sudah memainkan peran penting dalam efektivitas diri.

Padahal, saat kalian berlari  selain bisa melatih memaksimalkan kapasitas paru-paru dengan cara menyerap oksigen serta bisa melatih fleksibilitas otot diafragma sehingga kalian bisa memiliki pola pada pernafasan yang efisien dan teratur saat sedang berlari.

Untuk memperkuat pernafasan saat sedang berlari ini perlu adanya arus oksigen yang masuk ke otot secara konstan. Nah, dan untuk kalian yang mungkin masih belum tahu bagaimana cara mengatur pola pernafasan saat berlari,

mari simak penjelasan artikel kali ini :  

TIPS MENGATUR NAFAS SAAT BERLARI

1. Lakukan pemanasan dengan benar

Hal utama yang perlu kalian lakukan saat sebelum belari adalah dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Pemanasan bukan hanya bertujuan untuk melenturkan otot-otot tubuh dan untuk menghindari cidera juga berfungsi sebagai cara untuk meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh yang sehingga oksigen bisa beredar ke seluruh tubuh secara efisien.

Bagi seorang pemula yang baru akan menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga bisa memulai pemanasan dengan cara berjalan selama satu menit saja.

Setelah di rasa sudah satu menit, barulah kalian bisa memulai berjalan dengan langkah yang sedikit memerlukan ritme cepat sambil berusaha untuk mengatur pola pernafasan.

Setelah itu barulah kalian bisa mencoba untuk memulai jogging dengan waktu awal satu hingga dua menit saja.  

2. Atur pola nafas dengan tepat

Salah dalam mengatur pernafasan pada saat berolahraga apapun ini yang menjadi sebuah penyebab terjadinya sesak nafas. Oleh sebab itu perlu di perhatikannya pola pernafasan yang bisa kalian ambil pada saat berlari.  

Salah satu contohnya adalah dengan bernafas melalui mulut, bernafas menggunakan mulut lebih banyak kemungkinan oksigen yang akan masuk serta karbondioksida yang keluar jika di bandingkan pada saat kalian bernafas menggunakan hidung.

Selain itu, bernafas menggunakan mulut juga bisa memicu peregangan pada otot wajah sehingga wajah akan menjadi lebih rileks dari sebelumnya.    

Selain itu, kalian juga bisa lebih sering bernafas dengan menggunakan perut, untuk melatih pola pernafasan perut ini cukup mudah yaitu dengan cara berbaring serta ambilah nafas dengan merasakan gerakan yang terjadi pada bagian perut kalian.  

Pola pengambilan nafas, cobalah untuk berlatih pernafasan pendek hingga pernafasan panjang.

Pada saat berlari, kalian akan lebih di sarankan menggunakan pola pernafasan pendek atau dangkal jika di bandingkan dengan pola pernafasan panjang.

Jika dalam berlari dan kalian masih menggunakan nafas panjang bisa jadi proses lari kalian tidak akan bertahan lama,

namun sebaliknya jika kalian menggunakan nafas pendek maka kalian akan lebih mudah dalam mengatur pernafasan di setiap langkah kalian.  

Sesuikan irama nafas dengan langkah kalian, menarik serta menghembuskan nafas secara berirama ternyata juga membuat kita lebih mudah mendapatkan nafas yang lebih efektif.

Yang terpenting adalah pola pernafasan tersebut tetap konsisten dan tidak berubah-ubah pada saat berlari.  

3. Dengarkan nafas kalian

Pada cara ini kalian bisa memanfaatkan telinga kalian untuk membantu kontrol pernafasan.

Jika kalian sudah mendengarkan nafas yang tidak teratur atau terengah-engah, kalian bisa lebih mengurangi kecepatan kalian pada saat berlari. Dan jika kalian rasa nafas sudah mulai kembali teratur, kalian bisa mulai lagi untuk sedikit meningkatkan kecepatan berlari.

Selain dapat membantu mengatur pernafasan pada saat berlari, bernafas dengan  benar juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan stamina tubuh hingga menurunkan kadar stres yang sedang kalian alami loh.    

4. Berlari dengan kecepatan yang tepat  

Berlari dengan menggunakan yang tepat dan stabil bisa membantu kalian lebih mudah dalam mengatur serta menggambil langkah dalam pernafasan.

Jangan pernah paksakan diri kalian serta memforsir dalam meningkatkan kecepatan berlari. Jika kalian merasa lelah, maka beristirahatlah dengan berjalan seperti biasa.

Karena jika kalian terus paksa, akan di takutkan terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Seperti kalian merasakan pusing serta mual seusai berlari,

hal ini merupakan salah satu gejala hipoksia yang di sebabkan oleh kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh yang di sebabkan habisnya nafas karena berlari.

Namun gelaja umum tersebut biasanya akan menghilang dan membaik jika kadar kebutuhan oksigen di dalam tubuh sudah kembali terpenuhi serta nafas sudah kembali normal, jika gejala di rasa tidak kunjung membaik segera periksakan ke dokter.  

5. Terus berlatih  

Apabila kalian sudah merasa cukup menguasai semua teknik yang sudah di jelaskan di atas, berikan agenda untuk kalian lakukan rutin di setiap minggunya.

Karena ini tidak bisa di latih hanya dalam waktu satu sampai dua kali saja, perlu adanya latihan rutin secara konsisten.

Terus tingkatkan kondisi serta progres pengaturan nafas secara bertahap dan jangan paksakan diri untuk melebihi kapasitasnya.

Bagaimana? Apakah kalian sudah tertarik untuk memulai pola hidup sehat? Semoga artikel ini bermanfaat~    

Leave a Comment