Tips ampuh menolak lamaran dia yang kamu gak suka

Menginjak usia dua puluh ke atas, banyak hal yang menjadi momok bagi kaum perempuan pada umumnya, seringkali kata “kapan” menjadi topik yang wajib ada di setiap moment pertemuan keluarga.  Kapan nyusul? Kapan nikah? Mau dapat orang mana? Pegawai kah? Sudah waktunya loh…deretan pertanyaan yang seketika menjadi benang kusut di kepala. Dan parahnya kamu harus tetap  menyunggingkan senyum meskipun hati berkecamuk hebat. berikut ini tips ampuh menolak lamaran yang kamu tidak ingin menikah dengannya.

cara menolak ajakan menikah

tips ampuh menolak lamaran *sumber : humairoh.com

Single di usia kepala dua setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi, memang sedikit terlihat memperihatinkan. Banyak kerabat dekat yang mulai memberikan referensi, mengenalkan dengan teman kampus, organisasi, sepupu atau kawan lama dan bakan mungkin juga mantan.Tidak jarang teman laki-laki yang mendekat bukan hanya sekedar ingin mengenal tapi ingin membawamu ke tahap yang lebih serius. Melamar misalnya. Tapi bagaimana kalau  kamu masih belum siap, masih ingin mengejar karir atau yang datang melamar  bukanlah orang yang kamu suka?

Berikut beberapa tips tidak menerima lamaran orang yang  tidak kita suka, karena sejatinya tidak semua lamaran bisa kita iyakan.

1. Berikan Alasan

Kamu harus memberikan alasan yang realistis mengapa kamu tidak menerima lamaran orang tersebut. Memilih focus karir untuk beberapa waktu kedepan bisa menjadi alasan yang mutakhir pada fase ini. Kamu juga bisa memetakan pemikiranmu, menyampaikan pendapatmu mengapa pernikahan yang akan berlangsung amatlah tidak mungkin dijalani. Saran sebelum menyampaikan pastikan kamu benar-benar tau apa yang kamu mau. Apakah alasanmu cukup kuat untuk tidak menerima lamaran tersebut. Jika perlu sebutkan satu-satu. Eiitzz tapi tidak untuk alasan-alasan yang menyangkut body shaming, kepemilikan harta  dan lain sebagainya yang mungkin akan membuat hatinya terluka. Gunakan bahasa-bahasa yang santun dan baik. Libatkan Tuhan dalam setiap keputusam.

2. Ajaklah Berdiskusi

Coba ajak diskusi tentang hal-ha yang menyangkut kehidupan sosial kalian. Apakah sudah selaras. Ajak dia berfikir jangan melulu kamu yang memutuskan keadaan. Dengarkan apa pendapatnya tentang pernikahan yang akan dijalani. Utarakan prinsipmu, jelaskan kehidupan pernikahan yang kau inginkan. Sejalankah visi  misi hidupmu dengan dia, Setelah menemukan celah antara pandangan hidupmu dengan dia. Sampaikan bahwasanya prinsip hidup kalian berbeda, utarakan dengan cara yang lembut. Hargai perasaan dan pendapatnya.  Buat ia menyadari bahwa niat baik itu tidak benar-benar baik untuk diteruskan.

3. Tidak Membuatnya Berharap

Berawal dari berkirim pesan setiap malam, dia mulai menyinggung tentang teman hidup, menyelipkan kode-kode ke arah pernikahan, jika kamu tidak bermaksud meneruskan hubunganmu denganya ke tahap pernikahan, segera alihkan. Jangan memberikan umpan balik untuk setiap pancingan yang diberikan.perlakukan sama seperti kawan-kawanmu pada umumnya. Jangan beri harapan. Sepandai mungkin ciptakan relasi yang sewajarnya. Di mana dia berfikir kamu memang menganggapnya sebagai teman. Tidak lebih. Mulai ambil jarak secara perlahan. Membatasi intensitas komunikasi dan juga pertemuan. Berpenampilahlah seolah kau selalu bisa mengatasi hidupmu sendiri, kau bahagia dengan kesendirianmu. Dan jika mungkin dia yang selalu membantu urusanmu, berhentilah bergantung padanya. Tunjukan bahwa kamu bisa tanpa dia dan cukup bisa diandalkan untuk menjalani hidup yang mandiri.

4. Terus Teranglah Sebelum Dia Datang Ke Rumah

Pastikan kamu memberikan pengertian bahwa kamu dan dia hanya sebatas teman. Sampaikan beberapa faktor yang benar-benar menjadi kendala kenapa lamaran itu tidak bisa dijalankan untuk tahap selanjutnya. Berilah ketegasan dan kepastian yang jelas. Jangan menggantung perasaan orang sembarangan. Kamu harus berani memutuskan. Keputusan tidak harus menyenangakan kedua belah pihak. Akan tetapi setidaknya mencegah luka yang lebih parah singgah. Jika ia mulai menyususn rencana untuk mendatangi rumahmu bersama keluarganya.Kamu harus mulai menyusun siasat. Sedikit butuh energy untuk menyususn kata-kata penolak,tapi percayalah dan yakin bahwa ini leabih baik. Setidaknya untuk menyelamatkan hatinya dan keadaanmu. Mungkin imbasnya kamu akan kehilangan teman ngobrol, kehilangan perhatianya, tapi itu lebih baik daripada membuatnya tertolak di pintu rumahmu dengan keluarganya.

5. Jangan Mudah Percaya pada Bujuk Rayuan atau Kata Orang

Kamu berhak menentukan jalan hidupmu sendiri. Kamu bisa bahagia dengan caramu sendiri. Rayuan maut mungkin menyerangmu seperti peluru. Terkadang membuatmu tersipu malu. Tapi tidak semua rayuan itu sekotak dengan ketulusan. Bisa saja  dia terbiasa menggunakan diksi-diksi pemikat hati. Bukan hanya padamu saja. Ketulusan patut di uji. Mendengar kata-kata orang yang  berpendapat tentang umur yang semakin menua, “nanti perawan tua loh”, “ sudahlah dia mapan jangan pilih”, atau “kok nggak nikah-nikah sih, tuh temenmu anaknya sudah mau TK” dan seterusnya. Plis guyse hidupmu adalah hidupmu kamu yang akan menjalaninya. Merekapun tidak akan berhenti bertanya ketika satu dari yang mereka utarakan sudah kamu lakukan. Jika memang tidak  pas di hati dan berat untuk kamu lalui maka abaikanlah. Kamu berhak memerdekakan  duniamu sendiri. Mau sampai kapan kamu terus terbelenggu dengan koridor yang mereka tuntutkan. Toh sebenarnya mereka tidak benar-benar peduli bagaimana kamu menuju tahap itu. Mereka hanya melihat hasil  bukan upaya apa yang kamu lakukan. So tenang dan lakukan apa yang kamu inginkan. Selagi berada pada batas nilai dan norma, itu bukan masalah.

6. Rencanakan Masa Depan

Pertimbangan tentang masa depan merupakan hal yang penting dalam menjalin sebuah hubungan. Selain berkaitan dengan tujan hidup, visi dan misi, merencanakan masa depan juga berkaitan dengan gaya hidup. Gaya hidup seperti apa yang kamu sukai. Meski kamu harus menyadari bahwa menikah dan sendiri itu merupakan peran yang berbeda kamu wajib pastikan kalau dia bisa diajak kerjasama atau tidak. Masalah finansial bisa jadi hal yang cukup dipertimbangkan di sini. Pekerjaan dia apa, bagaimana prospek ke depanya. Jika masih meragukan lebih baik kamu putuskan untuk menghindar. Sampaikan bahwa masih ada target yang kamu belum selesaikan, tanyakan tentang bagaimana suatu waktu dia harus bertanggung jawab padamu sepenunya.

Pernikahan merupakan hal yang suci dan sakral. Buka hanya terikatnya dua hati menjadi satu, akan tetapi dua keluarga menjadi satu. Masing-masing dari pasangan akan mendapatkan peran sesuai status baru mereka. Saling menyayangi satau sama lain, mengasihi dan rela berkorban. Jika tidak sesuai dengan kita bagaimana menyempurnakan kebahagiaan??? Temukan yang benar-benar klik di hati dan upayakan membangun pernikahan hanya sekali.

nah itu tadi beberapa tips ampuh untuk menolak lamaran yang dia kamu gak suka, tapi kalo yang melamar kita sholeh dan bagus ilmu agamanya ya kenapa harus di tolak.

Leave a Comment